Yang Harus Dibenahi Emery untuk Arsenal

Awal musim Liga Inggris menjadi petaka bagi Unai Emery. Ia sudah harus menghadapi 2 tim besar, Chelsea dan Man.City Di 2 laga itu, Emery menelan kekalahan dan membuat mereka berada di papan bawah klasemen. Meski baru memulai musim, 2 hasil buruk yang diraih jelas menjadi warning bagi Emery untuk segera memperbaiki skuat Arsenal. Untuk sementara, Emery masih mendapatkan kepercayaan dari banyak pihak untuk Arsenal namun, mulai muncul sentiment tidak percaya akan kinerja mantan pelatih PSG itu di Liga Inggris.

Yang terbaru, Arsenal kalah 3-2 atas Chelsea. Sejatinya, Arsenal mampu menyamakan kedudukan dan membuat Chelsea kesulitan dalam meladeni permainan mereka. Namun, Chelsea mampu mengemas 3 poin setelah mengalahkan Arsenal dengan skor 3-2. Dari laga kedua, terlihat sejumlah hal yang membuat Arsenal tampak bermain kurang memuaskan hingga laga kedua. Lantas, poin-poin apa saja yang harus menjadi fokus Emery di laga tersebut.

Dilihat dari laga kontra Chelsea, Arsenal jelas memiliki persentase penguasaan yang lebih kecil. Selain itu, Chelsea juga tampak memiliki lebhi banyak peluang. Sarri lebih jenius dalam menerapkan permainan yang dapat dicerna dengan mudah oleh para pemain Chelsea sehingga, mereka bisa tampil lebih baik meski baru saja dilatih oleh Sarri. Tentunya, Emery perlu segera membuat strategi yang lebih dicerna oleh para pemain Arsenal sebelum mereka terlambat di musim ini.

Selain itu, lini belakang Arsenal juga menjadi sorotan utama di laga ini. Dari 3 gol yang tercipta, hanya Mustafi yang mampu bekerja dengan baik. Sisanya, para pemain belakang Arsenal seakan kesulitan dalam mengatasi masalah yang ada. Untuk itu, Emery perlu lebih menargetkan lini belakang yang lebih kokoh agar mereka bisa bermain lebih baik.

Duo Klub Manchester Alami Hasil Berbeda

Pekan kedua Liga Inggris berlangsung dengan seru. Chelsea berhasil melanjutkan tren positif mereka kala menghadapi Derby London kontra Arsenal. Chelsea berhasil menghajar Arsenal dengan skor 3-2. Laga berlangsung dengan seru dimana, para penggawa Chelsea bermain dengan baik dalam menuntaskan tekanan yang dilepaskan oleh Arsenal sehingga, mereka berhasil meraih hasil positif dan membuat mereka berada di peringkat kedua klasemen sementara.

Namun, sorotan tertuju kepada 2 klub kota Manchester, Man.City dan Man.united. kedua tim memperoleh hasil yang berbeda saat menjalani pekan kedua. Man.City tampil perkasa dengan menghajar Huddersfield dengan skor 6-1. Aguero berhasil mencetak hat-trick yang membawa City meraih kemenangan. Kemenangan ini membuat City berhasil meraih 3 poin dan menempati puncak klasemen sementara dengan 6 poin. Kemenangan besar ini juga semakin mempertegas status mereka sebagai juara bertahan yang datang dengan ambisi besar untuk mempertahankan gelar mereka.

Jika Man.City mampu meraih kemenangan, Man.United harus kalah diluar dugaan. Kekalahan ini menjadi kekalahan pertama yang diderita tim setan merah pada musim 2018-19. Man United tampil buruk dengan hanya memiliki 4 peluang saja sepanjang jalannya pertandinga. Hal ini membuat mereka harus menelan kekalahan atas Brighton yang tampil apik. Brighton tampak menekan MU sepanjang jalannya pertandingan. Hal ini juga diperburuk oleh penampilan De Gea yang tidak seperti biasanya. Sang pemain tampil buruk dan harus kecolongan 2 gol.

Mu harus puas dengan berada di papan tengah klasemen sementara. Meski masih awal musim, hasil buruk ini membuat mereka harus mengevaluasi penampilan mereka. Pogba menuturkan jika kekalahan ini memang didasari oleh kesalahan setiap pemain sehingga, mereka harus tampil lebih baik lagi untuk kedepannya mengingat mereka harus segera memperbaiki hasil yang ada.

De Bruyne Absen Lama, Pep Merasa Pusing

Pelatih Man.City, Pep Guardiola mengaku pusing saat mengetahui Kevin De Bruyne harus absen dalam waktu cukup lama. De Bruyne mengalami cedera LCL saat melakoni latihan bersama Man.City. Walhasil, ia harus beristirahat selama 3 bulan akibat cedera yang ia derita. Cedera ini merugikan City mengingat De Bruyne adalah pemain andalan City. Ia berperan penting dalam mengangkat prestasi City terutama soal gelar Liga Inggris yang ia berikan di musim lalu.

Pep mengakui kalau keberadaan De Bruyne memang berdampak sangat besar. Hal ini terlihat dari musim lalu dan tidak ada yang menginginkan sang pemain untuk absen. Namun, kenyataannya berbicara berbeda dimana, ia harus absen selama 2 ½ bulan hingga 3 bulan. Beruntung, Kevin De Bruyne tidak perlu menjalani operasi karena, hal itu bisa membuatnya beristirahat lebih lama. Untuk itu, hal ini tentunya membuat sang pelatih merasa cukup lega karena, sang pemain hanya perlu beristirahat selama waktu yang telah ditentukan.

Hal serupa juga diungkapkan rekan setim De Bruyne di City, Benjamin Mendy. Mendy mengatakan kalau ketiadaan De Bruyne memang bisa berdampak sangat besar karena De Bruyne bertindak sebagai otak serangan City. Namun, City tentunya harus bersabar dalam mengatasi hal ini dan berharap agar sang pemain bisa segera pulih. Bukan itu saja, sang pemain tentunya memang harus fokus beristirahat agar ia bisa segera sembuh dan kembali merumput di Liga Inggris.

Untuk menggantikan posisi sang pemain, Pep kemungkinan besar akan menugaskan Riyad Mahrez ke bagian belakang. Selain itu, hal ini juga harus diatasi segera mengingat City harus kehilangan De Bruyne sehingga, beberapa laga besar akan terasa lebih berat tanpa pengaruh De Bruyne di lini tengah.

Seriusi Sepakbola, Usain Bolt Terbang ke Australia

Niat Usain Bolt untuk menekuni dunia sepakbola tampaknya sangat serius. Sprinter peraih 8 medali emas ini telah tiba di Australia dan ia akan menekuni bidang sepakbola dengan menjalani trial bersama klub Sydney Coast. Sebelumnya, ia sempat menjalani latihan bersama Borussia Dortmund. Selain itu, sang sprinter juga sempat ditawari untuk menjalani latihan selama mungkin agar bisa meyakinkan pihak Dortmund untuk memboyong Bolt.

Namun, Bolt memutuskan untuk ke negeri kangguru guna melakoni mimpinya sebagai pemain sepakbola.
Tampaknya, Bolt sudah tidak lagi menekuni bidang atletik sehingga, ia memutuskan untuk melakoni dunia sepakbola. Terkait hal ini, Bolt mengaku tahu apa yang ia lakukan sehingga, ia tidak sungkan-sungkan untuk berangkat ke Australia. Meski terhitung langkah yang sangat berani, Bolt memang berani untuk melakukan hal itu karena, ia tahu akan resiko yang harus dihadapi. Tentunya, atletik dan sepakbola merupakan dua dunia yang berlawanan dan hal ini memang berbeda jauh.

Saat tiba di bandara, Usain Bolt langsung diserbu oleh penggemar dan wartawan. Hal ini tentunya menjadi poin penting yang membuat Bolt tentunya sangat tenar dan mendapatkan sambutan yang positif selama melakoni laga disana. Untuk itu, Bolt tentunya tinggal membuktikan kemampuannya disana dan menunjukkan performa terbaiknya. Jika tampil menawan, bukan tidak mungkin jika Bolt akan direkrut oleh Sydney coast dan menjadi pemain sepakbola.

Usain Bolt tampak serius dan bersiap untuk mengambil langkah besar dengan menyebrang ke dunia sepakbola. Dengan begitu, Bolt bisa menekuni hal yang sangat baru dalam karirnya. Hal ini memang sangat berlawanan karena ia tentunya belum pernah melakoni hal itu sebelumnya. Untuk itu, ia tentunya bisa mendapatkan hal yang baru dan bisa tampil lebih baik.

Heung Malu Korsel Kalah atas Malaysia

Pemain bintang Korea Selatan, Son Heung Min merasa malu setelah melakoni laga kontra Malaysia karena, Korsel harus menelan kekalahan atas Malaysia dengan skor 2-1. Mau tidak mau, timnas Korsel harus meraih kemenangan di laga selanjutnya agar bisa lolos ke babak 16 besar. Menurut pemai yang memperkuat Spurs ini, Korsel kalah karena ego para pemain muda. Hal itu membuat mereka bermain tidak kompak dan harus menelan kekalahan atas Malaysia.

Meski demikian, Heung Min berharap agar public tidak menyalahkan para pemain muda Korsel. Ia juga menginginkan agar para pemain muda Korsel bisa menyingkirkan ego mereka dan bermain lebih kompak karena, mereka bermain untuk negara mereka sendiri. Heung Min juga menjelaskan kalau posisi Korsel sama dengan semua tim dan tidak lebih kuat. Untuk itu, Heung Min fokus dalam menghadapi laga selanjutnya agar bisa menghadirkan kemenangan yang dibutuhkan Korsel agar bisa lolos ke babak selanjutnya.

Heung Min mengibaratkan kekalahan ini seperti kekalahan yang dirasakan timnas Jerman di Piala Dunia 2018. Kala itu, Korsel tampil perkasa dengan mengalahkan Jerman dan menyingkirkan Jerman dari ajang itu. Menurutnya, kekalahan ini juga kekalahan yang sama dan dirasakan oleh Korsel karena, mereka harus menelan hasil buruk. Namun, sang pemain enggan terpuruk dalam kekalahan yang sama dan berharap agar mereka bisa fokus untuk menghadapi laga selanjutnya.

Di Asian Games 2018, Korsel tergabung kedalam grup E. keberadaan Son bisa menjadi poin penting guna mendongkrak performa Korsel karena sang pemain merupakan pemain unggulan. Tentunya, Korsel menargetkan medali emas dalam cabor sepakbola. Namun, mereka akan menghadapi sejumlah tim unggulan seperti Jepang, Cina, dan juga tim unggulan lainnya dalam Asian Games 2018.

Diego Simeone Masih Belum Siap Jadi Pelatih Argentina

Ayah Diego Simeone, Carlos mengatakan kalau Diego Simeone masih belum siap untuk melatih tim Tango. Alasannya adalah karena, Diego Simeone masih menyukai kegiatan sebagai pelatih klub yang terjalin dari hari ke hari, tidak seperti pelatih timnas yang harus menyusun agenda timnas untuk perbulan sehingga, Diego kemungkinan akan tetap berada di Atletico dalam waktu yang lama. Hal ini menjawab rumor seputar kemungkinan Diego Simeone akan melatih timnas Tango mengingat Argentina baru saja melepas pelatih mereka sebelumnya.

Sebelum itu, Diego Simeone juga kerap diberitakan sebagai pelatih yang paling tepat untuk timnas Argentina. Dengan pengalaman serta kejeniusannya, Argentina kemungkinan besar akan menjadi tim yang lebih baik mengingat hal ini memang menjadi poin penting yang perlu dilakukan mengingat mereka tentunya membutuhkan sosok pelatih yang tepat. Hingga kini, Messi dkk masih kesulitan untuk meraih gelar terutama Piala Dunia yang menjadi target mereka.

Sejatinya, mereka nyaris meraih gelar Piala Dunia 2014 saat melawan Jerman di final. Sayangnya, mereka gagal di laga final dan kalah atas Jerman.
Bukan itu saja, Carlos juga menjelaskan kalau sang anak kemungkinan masih akan berada di Atletico dalam waktu yang lama. Alasan yang ada adalah karena Diego benar-benar menikmati tugasnya sebagai seorang pelatih dari klub sehingga, hal ini menguatkan anggapan jika sang anak kemungkinan besar masih tetap berada di Atletico mengingat hal itu menjadi hal yang penting.

Diego Simeone memang menjadi sosok pelatih yang sangat penting bagi Atletico mengingat ia berhasil mengangkat Atletico sebagai klub yang benar-benar bagus sehingga, Atletico tentunya naik kelas sebagai klub yang bagus dan klub top Eropa untuk saat ini yang ditakuti oleh banyak orang.

Kyle Walker : City akan Lebih Baik

Bek andalan Man.City, Kyle Walker memperingatkan tim-tim yang berlaga di Liga Inggris. sang bek mengatakan kalau City tidak puas hanya dengna meraih gelar Liga Inggris di musim lalu. Klub rival sekota Man.United itu menargetkan gelar yang lebih banyak di musim ini. Menurut Walker, City akan bergerak lebih jauh dari sebelumnya sehingga, City diprediksi akan menjadi salah satu tim unggulan yang akan mendapatkan banyak gelar di musim ini.

Ada beberapa faktor yang membuat Walker yakin untuk mengatakan hal itu. Pertama, Walker mengatakan hal itu berdasarkan Pep Guardiola. Karakter Pep yang tidak pernah puas akan hasil yang ia dapatkan di musim lalu membuat sang pelatih menargetkan target yang lebih besar di musim ini. Bukan itu saja, Pep merupakan salah satu pelatih top Eropa untuk saat ini. CVnya tidak lagi meragukan karena ia mampu mengangkat tim-tim seperti Barca dan Bayern Munchen menjadi tim yang lebih baik dengan rangkaian gelar yang ia raih saat masih melatih Barca atau Bayern.

Selain itu, Pep menuntut setiap pemain City untuk terus belajar sehingga, mereka bisa belajar banyak hal baru. Hal ini tentunya memang menjadi poin penting yang perlu dilakukan oleh City mengingat mereka harus belajar banyak hal terutama dalam soal memperbaiki performa mereka. Karena itu, penting bagi mereka untuk melakukan hal tersebut sehingga, mereka bisa menjadi lebih baik. Pembelajaran ini dituntut oleh Pep untuk melakukan hal itu.

Di awal musim ini, Man.City telah mengantongi 1 gelar, Community Shield. Gelar itu telah diraih setelah mengalahkan Chelsea. Kini, Man.City siap untuk mendapatkan lebih banyak gelar sehingga, City menjadi ancaman utama dari sejumlah klub yang berlaga di Inggris raya.

Jika Ronaldo Cetak Gol Sedikit, Ia Gagal di Italia

Beppe Accardi selaku agen dari Italia mengemukakan pendapatnya soal prospek Cristiano Ronaldo di italia. Jika Ronaldo gagal mencetak lebih dari 30 gol maka, ia bisa dianggap gagal. Selama ini, Ronaldo kerap mencetak banyak gol sehingga, ia menjadi salah satu pemain depan paling berbahaya di dunia. Catatan itu juga turut mengantarkan Ronaldo meraih banyak gelar baik bersama tim maupun individu. Kini, petualangan Ronaldo kembali berlanjut di Italia dengan memperkuat Juventus. Ia bergabung dengan Juventus dengan biaya sekitar 112 juta euro.

Dalam beberapa musim terakhir, Ronaldo sering mencetak lebih dari 30 gol. Pencapaian ini juga membantu Ronaldo memecahkan sejumlah rekor yang berkaitan dengan gol. Untuk itu, Ronaldo kembali ditantang untuk membuktikan kesuburannya dengan mencetak banyak gol. Jika ia mencetak sedikit gol maka, Ronaldo bisa dikategorikan gagal oleh Accardi. Tampaknya, tantangan ini bersifat besar mengingat, ada pemain yang berhasil melakukan hal itu yakni, Gonzalo Higuain.

Pemain yang kini merumput di AC Milan sebagai pemain pinjaman tersebut memang dikategorikan sebagai pemain yang hebat karena, sang pemain mampu tampil baik dan mencetak 36 gol selama ia berada di Serie A dalam satu musim. Pencapaian itu juga mengantarkan sang pemain sebagai pemain tersubur dan mengalahkan rekor-rekor pemain sebelumnya. Tentunya, Ronaldo diprediksi mampu melakukan hal itu mengingat ia adalah pemain hebat.

Namun, bukan hal yang mudah untuk menaklukkan Serie A mengingat, setiap kompetisi terkenal akan gaya permainan yang berbeda-beda dan Serie A datang dengan gaya permainan yang lebih bertahan dibandingkan Liga Inggris dan Liga Spanyol. Karena itu, Ronaldo tentunya memiliki tugas penting untuk mencari tahu soal kunci permainan Serie A sebelum memperpanjang ketajamannya di Serie A pada musim ini.

Bernd Leno Harus Kerja Keras Untuk Menggusur Posisi Cech

Legenda Arsenal sekaligus penjaga gawang pilihan Arsenal dalam beberapa tahun lalu, Jens Lehmann mengatakan kalau Bernd Leno bisa menjadi penjaga gawang Arsenal syaratnya, ia berani mengambil resiko untuk menggusur posisi Petr Cech. Hingga kini, Cech masih menjadi penjaga gawang utama Arsenal. Namun, keberadaan Leno diyakini bisa menggusur Cech apalagi, usia Cech yang sudah semakin membuat Arsenal kemungkinan akan mulai menggunakan tenaga Leno untuk menjaga gawang Arsenal.

Sang kiper melihat jika Leno memang salah satu kiper dengan kualitas yang bagus. Namun, ia perlu lebih berani dalam bermain sehingga, ia bisa mengeluarkan potensi terbaiknya. Hal ini memang menjadi poin penting yang perlu dilakukan agar ia bisa bermain lebih maksimal. Untuk itu, Leno diminta agar bisa bermain lebih berani agar ia bisa membuktikan dirinya lebih baik daripada Cech yang menjadi kiper utama Arsenal untuk musim ini.

Leno memang masih muda sehingga, ia harus memiliki kesempatan bermain lebih banyak. Hal ini tentunya memang dibutuhkan oleh Leno untuk mengembangkan kemampuannya sehingga, ia bisa bermain lebih baik. Namun, ada tembok yang harus dilewati oleh Leno yakni Cech yang masih memegang posisi sebagai kiper utama Arsenal. Meski tak lagi muda, Cech memang diragukan bisa lanjut sebagai kiper utama Arsenal mengingat usianya yang sudah tua dan ia tampil buruk di laga pertama kontra City.

Cech yang sudah tua memang masih menjadi tumpuan Arsenal di bawah mistar gawang. Namun, sang kiper tampaknya akan segera diganti oleh Leno yang diboyong pada musim ini. Di musim ini, Arsenal memboyong cukup banyak pemain agar bisa melakukan regenerasi pemain mengingat Unai Emery akan menerapkan skema permainan yang berbeda jauh dengan Arsenal dibawah kepelatihan Arsene Wenger.

Ketimbang Mourinho, Pochettino Lebih Cocok Untuk MU

Mantan pemain MU yang juga komentator TV, Gary Neville mengatakan kalau Mauricio Pochettino dianggap lebih cocok untuk melatih Manchester United. Pelatih asal Argentina itu telah menangani Spurs sejak lama. Meski belum menghadirkan gelar, sang pelatih memang menjadi salah satu pelatih yang melakukan revolusi besar-besaran dengan mengubah Spurs dari tim medioker hingga salah satu tim papan atas Liga Inggris. Hal itu ia lakukan dengan budge yang minim sehingga, Pochettino termasuk sebagai salah satu pelatih jenius Liga Inggris.

Hal ini berbeda dengan Mourinho yang dianggap masih belum bisa mengubah MU. Meski tampil apik di musim perdananya, Mourinho masih dinilai belum sanggup mengubah MU seperti yang diharapkan sehingga, sang pelatih berada dalam tekanan besar. Terlebih, Mourinho dibebankan target yang besar di musim ini untuk mengubah klub menjadi lebih baik. Mu dibebankan untuk meraih gelar Liga Inggris yang menjadi target utama mereka sejak lama.

Salah satu hal yang dilakukan Mourinho dan dinilai oleh Gary Neville salah adalah membuang beberapa pemain yang dinilai penting dan juga mendatangkan pemain yang dianggap tidak perlu seperti Romelu Lukaku dan paul Pogba. Meski berdampak besar, Neville menganggap pembelian itu tidak perlu sehingga, mereka tentunya melakukan pembelian yang salah. Meski demikian, hal ini dianggap Mourinho perlu mengingat MU masih membutuhkan banyak pemain terutama di segi lini belakang yang masih terus dievaluasi oleh Mourinho.

Karena itu, Neville melihat Pochettino sebagai sosok yang paling tepat karena, sang pelatih bisa memanfaatkan tenaga yang ada. Hingga kini, Pochettino menjadi manajer yang paling irit karena, ia jarang melakukan pembelian selain itu, ia juga tidak membeli pemain sama sekali di musim ini. Meski dianggap hal yang aneh, Spurs tentunya melangkah dengan percaya diri di musim yang baru.